Cegah Penyebaran Corona Dengan Cara Unik

JumpaBerita – Cegah penyebaran corona dengan cara unik. Virus corona yang menjadi pandemi virus global menjelma menjadi momok paling mematikan dalam beberapa bulan terakhir ini. Musuh yang tak kasat mata ini menjadi perkerjaan rumah bagi pemerintah daerah hingga pemerintah pusat.

Semua pemerintah daerah berusaha mencari berbagai cara untuk mencegah penyebaran virus corona yang semakin merajarela ini. Mulai dari penerapan kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) sampai mengatur masyarakat agar mematuhi cara yang sudah ditetapkan.

Membahas mengenai cara yang sudah ditetapkan, ternyata tidak semua masyarakat mematuhi kebijakan PSBB. Otoritas setempat pun tidak kehabisan akal dan memutar otak agar masyarakat mematuhi peraturan. Mulai dari penegakan hukum hingga mencoba berbagai cara unik yang JumpaBerita rangkum sebagai berikut.

Baca Juga : Son Heung Min Jalani Wajib Militer Di Korsel

Tegal Gunakan Beton Memblokir Jalan Masuk ke Kampung

Pemerintah kota Tegal mengambil langkah dengan menutupi akses jalan masuk kelurahan di pinggir jalan raya provinsi. Tidak tanggung-tanggung, otoritas setempat menggunakan pembatas jalan yang terbuat dari beton untuk menutupi akses jalan masuk ke kampung dari jalan nasional.

Kegiatan ini langsung dilakukan oleh DPUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) kota Tegal sejak hari Rabu (22/4) kemarin. “Karena PSBB merupakan kebijakan nasional, maka kita pertimbangkan untuk mengambil langkah penutupan akses jalan masuk kelurahan di pinggir jalan raya provinsi,” ujar M.Jumadi selaku Wakil Wali kota Tegal.

Cegah penyebaran corona dengan cara unik – Sragen Mengurung Pemudik yang Bandel Karantina di Rumah Berhantu

Pemerintah kota Sragen mengambil langkah yang lebih nyeleneh, mereka memanfaatkan ketakutan masyarakat pada hal mistis yang sudah melekat dengar warga setempat. Kebijakan unik ini diambil sebab pemerintah kota Sragen merasa kesal dengan banyaknya laporan dari desa tentang banyaknya pemudik yang pulang dan tidak patuh karantina.

Baca Juga : Kura-kura Rambut Mohawk Terancam Punah

Kusnidar Untung Yuni Sukowati, Bupati Sragen, mengatakan jika masih ada masyarakat yang bandel dengan tidak menjalankan karantina mandiri selama 14 hari, silahkan desa menindak tegas. Kalau ada rumah kosong dan berhantu, masukkan saja kesitu.

Pemotor yang Tidak Menggunakan Masker Didenda

Penyebaran virus corona yang semakin tak terkendali dan susah dilacak, masker menjadi alat pelindung yang wajib dipakai oleh semua orang. Achmad Husein, Bupati Banyumas menerbitkan Surat Keputusan Nomor 440/212/Tahun 2020 tentang peran serta aktif setiap orang dalam penanggulangan penyebarluasan virus corona.

Bagi yang melanggar maka akan dikenakan sanksi. Husein mengusulkan sanksinya berupa denda sebesar Rp. 20.000,-. Pemerintah Banyumas termasuk tegas saat membahas soal pentingnya memakai masker. “Saya lebih cenderung ke denda, besaran dendanya diputuskan bersama ketua DPRD dn Forkopimda,” ungkap Husein.

Cegah penyebaran corona dengan cara unik – Bupati Boltim Mengingatkan Warga soal Bahaya Corona dengan Menyebarkan Peti Mati

Sehan Salim Hadjar, Bupati Bolaang Mongondow Timur juga menggunakan cara yang cukup nyeleneh untuk memberi pemahaman kepada warganya akan bahaya virus corona ini. Sehan menggunakan peti mati sebagai sarana untuk menunjukkan bahwa virus ini bisa membawa kematian, karena sampai sekarang belum ditemukan vaksin yang bisa membunuh virus tersebut.

Baca Juga : Gaya Tarung Ayam Aduan Paling Mematikan

Sehan menyiapkan 8 buah peti mati dan disebar ke 7 kecamatan, sementara 1 nya lagi untuk dirinya sendiri. Peti mati itu digunakan sebagai simbol supaya masyarakat patuh dan karantina mandiri di rumah agar tidak masuk ke peti tersebut.

Sehan mengatakan “Yang kita lawan ini kasat mata, tidak berkaki dan tidak bersayap. Jadi kita susah untuk menghindarinya, jika sudah terinfeksi maka peti jenazah inilah yang akan menjadi tempat kita. Oleh karena itu saya mengingatkan agar semua mematuhi peraturan yang berlaku.

Gunakan Rotan untuk Pukuli Masayarakat

Pemerintah kota Sorong meniru langkah India dengan memukuli warga yang bandel menggunakan rotan. Cara unik ini ditempuh oleh pemerintah setempat bagi warga yang masih berkeliaran pada saat PSBB. Satpol PP kota Sorong yang langsung turun tangan menggunakan cara ini. Tetapi mereka lebih mendahulukan pendekatan persuasif sebelum mendaratkan rotan kepada masyarakat yang bandel.

“Setelah melakukan pendekatan persuasif, jika masih ada warga yang kumpul-kumpul maka kami langsung mengambil tindakan tegas. Kalau kami masih menemukan warga yang kumpul-kumpul akan kena rotan,” ujar Daniel Jitmau selaku Kepala Satpol PP Kota Sorong.

Poker Online Indonesia
Mini Games
Tebak Angka Yuks!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: