Chat with us, powered by LiveChat

Durian Merah Eksotis Di Banyuwangi

JUMPABERITA – Durian Merah Eksotis Di Banyuwangi Jawa Timur cukup langka. Pohon itu hanya ada di lima kecamatan, yaitu di Licin, Glagah, Kalipuro, Giri dan Songgon. Tetapi karena rasanya yang luar biasa, durian eksotis asli Bumi Blambangan selalu diburu.

Tidak hanya wisatawan yang singgah di Banyuwangi, warga setempat juga penasaran untuk mencicipi durian, yang harganya bisa mencapai Rp 250 ribu per biji. Berita terbaru, peneliti dari Australia, Brunai, Malaysia dan Thailand juga mempertanyakan keunikan Durian Merah eksotis tersebut.

Mereka ingin melakukan penelitian tentang perkembangan buah-buahan tropis, dari cara penanaman hingga pembesaran. Para ilmuwan asing ini, secara khusus dikirim oleh negara mereka untuk mempelajari Durian Merah Banyuwangi untuk dibudidayakan di negara asal mereka.

Dan untuk mengetahui lebih lanjut tentang Durian Merah Eksotis khas Banyuwangi tersebut, para ilmuwan lamgsung menemui ahlinya; Eko Mulyantoro. Pegawai Negeri Sipil berusia 44 tahun ini dipercaya oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk meneliti dan membudidayakan Durian Merah di Tanah Asing dan terbukti berhasil.

Baca Juga : Undian Grup Liga Champions 2019-2020

“Mereka yang datang ke sini bukan sembarangan orang. Mereka ada yang berasal dari Departemen Pertanian dan Pengembangan Penelitian, Kementerian ilmu pengetahuan dan teknologi Malaysia dan Atase Pertanian Kedutaan Thailand,” jelas Eko beberapa hari yang lalu.

Ketua Forum Pengamat Hortikultura Banyuwangi, berhasil mengembangkan 65 jenis Durian Merah. Namun, hanya 25 varian yang dapat dikonsumsi, dua di antaranya adalah andalan Bumi Blambangan, yaitu Durian Merah Balqis dan Sunrise of Java (SOJ).

Eko mengklaim, sebagai peneliti dan pengembang Durian Merah, ia memiliki target menghasilkan buah unggul yang bisa diekspor. “Saat ini ada 11 jenis yang sedang dikembangkan untuk memenuhi target tersebut. Target kami adalah Durian Merah Banyuwangi dapat menembus pasar Eropa,” katanya.

Baca Juga : 4 Bentuk Mr P yang Dimiliki Pria

Eko melanjutkan, keunggulan Durian Merah yang berhasil dibudidayakan oleh pihaknya antara lain; buah tidak berbau, warna buah merah batik, biji kecil dan dagingnya tebal, kulit durian selalu hijau dan tidak mengandung alkohol yang bisa membuat perut kembung saat dikonsumsi.

Hingga saat ini, pembudidayaan Durian Merah terus berlanjut. Ada 15 ribu bibit yang telah didistribusikan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kepada warga dalam beberapa tahun terakhir.

Dari 15 ribu pohon yang telah ditanam, 1.500 pohon telah tumbuh besar, dan 200 di antaranya sudah berbuah dengan produktif. Setiap tahun, rata-rata, sekitar 1.700 Durian Merah dipanen. “Kami terus berusaha membudidayakannya dengan merangkul petani melalui penyediaan bibit dan spesimen gratis.”

Baca Juga : 7 Tips Ampuh Menang Terus Main Poker Online

“Kami berharap lebih banyak petani yang mau menanam durian ini. Karena nilai ekonomisnya tinggi. Per kilogram saja, bisa mencapai antara Rp 150 ribu hingga 175 ribu rupiah. Ini bisa menjadi sumber penghasilan tambahan, bagi siapa saja yang ingin membudidayakannya, “lanjutnya.

Asal tahu saja, Durian Merah yang cantik ‘khas Banyuwangi awalnya hanya ada lima pohon produktif. Tetapi hasilnya buahnya kecil dengan biji besar. Pohon Durian Merah juga berusia tua, karena telah tumbuh selama beberapa generasi.

Kemudian, melalui Eko Cs, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sedang berupaya melakukan pengembangan untuk menghasilkan buah Durian Merah yang berkualitas. Caranya, dengan proses penyerbukan di area yang cocok untuk kondisi pertumbuhan.

Baca Juga : Cara Meningkatkan TurnOver Dengan Cepat

Dan area yang cocok untuk ditanami Durian Merah hanya ada di lima kabupaten, yaitu Kalipuro, Songgon, Licin, Giri dan Glagah. Sebab, di lima kabupaten ini tanahnya mengandung unsur hara khusus.

Tanah di lima kecamatan ini mendapatkan asupan sulfur dari Gunung Ijen dan Gunung Raung dan udara laut dari Selat Bali yang kaya akan mineral. Jadi itu mempengaruhi karakteristik buah Durian Merah, yang enak dan lezat.

Dari hasil penyerbukan, menghasilkan 10 hingga 25 jenis Durian Merah. Tetapi ketika benih ditabur, tidak semuanya dapat tumbuh menjadi tunas. Sedangkan tunas yang tumbuh menjadi cikal bakal Durian Merah kini mencapai 65 jenis.

Tunas-tunas itu kemudian dipotong dan ditempel ke pohon yang sudah besar dengan metode pencangkokan. Sebab, dengan metode ini, petani Durian Merah tak perlu menunggu sampai bertahun-tahun agar bisa panen. Hanya butuh waktu 2,5 tahun saja, pohon Durian Merah sudah bisa produksi.

Rekomendasi Agen Togel Online Terbesar

Recomended Poker

Loker Online

Cerita Lucu

Rekomendasi Agen Poker Online Terpercaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: