Kelemahan Virus Corona Yang Wajib Diketahui

JumpaBerita – Kelemahan virus corona yang wajib diketahui, pandemi virus corona masih menjadi momok menakutkan di seluruh belahan dunia. Terlebih dengan semakin meningkatnya kasus corona setiap harinya di berbagai negara di dunia. Meskipun virus ini tergolong sebagai virus baru, tetapi para peneliti berhasil menemukan beberapa kelemahan virus tersebut.

Fakta ini tentu sangat penting untuk diketahui, untuk mencegah wabah virus ini semakin menyebar luas di masyarakat maka perlu diperhatikan karakteristik virus tersebut. Lalu, apa saja kelemahan dan karakteristik virus corona ini?

Terdapat 5 kelemahan virus corona yakni :

1. Bisa ditangkal dengan antibodi yang kuat.
Penelitian di Australia mengungkapkan bahwa kelemahan dari virus ini adalah menghadapi antibodi yang kuat. Penelitian tersebut dilakukan pada pasien yang telah terinfeksi virus corona dengan gejala ringan hingga sedang.

Memiliki daya tahan tubuh yang kuat memang menjadi salah satu kunci agar tubuh tidak terinfeksi oleh virus ini. Orang-orang yang sudah terinfeksi virus corona bisa memiliki gejala dan tingkat keparahan yang berbeda.

Baca Juga : Varian Baru Kondom Rasa Rendang

Mulai dari gejala ringan, sedang hingga berat. Bagi mereka yang terinfeksi dengan gejala ringan sebenarnya infeksi ini bisa sembuh dengan sendirinya, dengan catatan bagi mereka yang tidak mempunyai komplikasi penyakit lainnya.

Dr. Anandika Pawitri, Medical Editor SehatQ mengungkapkan untuk memiliki antibodi yang sehat, terdapat beberapa langkah yang sebaiknya dilakukan, yakni :

  • Mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang
  • Mengkonsumsi antioksidan
  • Istirahat yang cukup dan hindari stres berlebihan
  • Tetap menerapkan physical distancing
  • Rutin berolahraga

2. Virus Corona lemah di suhu yang panas
Menurut Dr. Andika belum ada penelitian lebih lanjut mengenai hubungan antara cahaya matahari dan suhu dengan virus corona. Virus corona dapat hidup di permukaan selama beberapa jam hingga beberapa hari, tergantung pada permukaan benda pada berbagai jenis iklim, cuaca, temperatur dan kelembapan.

Tetapi virus corona terbukti menjadi lebih lemah di suhu yang panas. Menurut data yang diterbitkan oleh WHO ( World Health Organization ) virus corona bisa terbunuh pada suhu 56°C.

Baca Juga : Perkembangan Casino Online Di Indonesia

Kabar ini tentu belum terbukti keakuratannya, karena berdasarkan data yang dihimpun oleh BMKG cuaca terpanas di Indonesia hanya pernah terjadi di kota Semarang yakni maksimal 39,7°C.

3. Cuci tangan dan membersihkan badan menjadi kunci utama
Hal sederhana lain yang menjadi kelemahan virus corona adalah dengan melakukan kebiasaan sederhana dalam menjaga sanitasi diri sendiri. Virus ini mudah hilang pada pelarut lemak seperti sabun yang biasa kita gunakan sehari-hari.

Virus ini memiliki lapisan lemak sebagai pelindung, lapisan ini akan hancur ketika kita mencuci tangan atau membersihkan tubuh. Virus tersebut pun akan mati dan hancur.

4. Tidak bertahan lama di permukaan
Menurut Dr. Anandika virus corona memang bisa bertahan selama beberapa hari di permukaan tergantung dengan cuaca, temperatur, kelembapan dan jenis iklim yang ada. Tetapi saat di permukaan virus akan menjadi lemah untuk menginfeksi seseorang. WHO juga tidak melarang pengiriman barang dari satu daerah ke daerah lain, ataupun beda negara.

Baca Juga : Gaya Tarung Ayam Aduan Paling Mematikan

5. Virus bisa terbunuh dengan disinfektan
Memang belum banyak penelitian yang terfokus pada virus corona. Tetapi beberapa jenis virus yang sudah teridentifikasi sebelumnya seperti penyebab MERS dan SARS memiliki karakteristik yang sama. Berbagai jenis virus ini lemah terhadap disinfektan. Virus dianggap bisa menjadi nonaktif dengan disinfektan seperti hidrogen peroksida dengan kadar 0,5%, sodium hipoklorit 0,1% dan alkohol 60 – 70% dalam waktu semenit.

Namun yang perlu diperhatikan adalah disinfektan ini hanya boleh digunakan pada benda mati, bukan objek hidup seperti manusia. Penggunaan ruangan disinfektan dinilai kurang efektif dan berbahaya jika langsung disemprotkan pada badan manusia, ujar Dr. Andika.

Ruangan sterilisasi akan berfungsi dan tidak membahayakan apabila digunakan pada oarng yang sedang menggunakan baju hazmat atau baju untuk ruang isolasi. Jadi yang disterilkan adalah bajunya, bukan kulit manusia. Dr. Andika mengatakan bahwa bahan-bahan yang disemprotkan ke tubuh manusia rentan terhirup ke saluran pernafasan, dimana bisa berpotensi menimbulkan penyakit paru-paru yang lain di kemudian hari. Kegiatan ini lebih besar resiko daripada manfaatnya.

Humor Santuy
Mini Games
Coba Tebak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: