Rahasia Kekokohan Tembok Besar China

JumpaBerita – Rahasia Kekokohan Tembok Besar China. Tembok besar Chian dibangun pada abad ke-7 pada masa Dinasti Zhou di sebuah negara hegemon yang dikenal sebagai Chu. Tembok legendaris ini dibangun oleh berbagai dinasti di China selama 2.500 tahun.

Awalnya Tembok Besar China dibangun sebagai benteng pertahanan untuk mencegah serangan ataupun invasi dari musuh serta melindungi jalur sutra. Dalam proses pembangunan tembok ini memakan ribuan korban jiwa.

Ukuran asli tembok ini mencapai 21,19 juta meter. Salah satu bagian yang masih bertahan sampai sekarang berada di kawasan Dinasti Ming. Kawasan ini memiliki panjang sekitar 8.851 km.

Tembok Besar China juga masuk ke dalam daftar Tujuh Keajaiban Dunia dan UNESCO (Situs Warisan Dunia). Meski sudah berdiri selama ratusan tahun, Tembok Besar China sangat kokoh. Bahkan di tepi tiap sambungan batu batanya tidak tumbuh rumput liar sedikitpun. Apa yang menjadi rahasia kekokohan Tembok Besar China ini?

Baca Juga : Kelemahan Virus Corona Yang Wajib Diketahui

Ternyata tembok legendaris ini bukan terbuat dari semen selayaknya bangunan di zaman modern ini. Tembok ini terbuat dari campuran nasi ketan yang digunakan sebagai perekat antara batu bata. Nasi ketan merupakan inovasi teknologi tercanggih yang mereka capai di masa Dinasti Ming.

Mortar tersebut dibuat dari campuran jeruk nipis dan tepung ketan. Menurut para peneliti China ini merupakan mortar komposit pertama dalam sejarah yang sukses mencampurkan bahan anorganik dengan bahan organik.

Tenyata bukan cuma Tembok Besar China saja loh guys, para insinyur dan arsitek dari Dinasti Ming juga memakai resep yang sama untuk membangun mortar di bangunan penting lainnya. Contohnya membangun tembok kota, makam dan pagoda.

Baca Juga : Kura-kura Rambut Mohawk Terancam Punah

Rahasia Kekokohan Tembok Besar China. Struktur Bangunan yang menggunakan nasi ketan sebagai perekat ini tahan terhadap bencana alam, termasuk gempa bumi. Ini membuktikan bahwa mortar yang menggunakan nasi ketan sebagai perekat lebih kuat dan bertahan lebih lama dibanding yang terbuat dari kapur murni.

Namun setelah tim peneliti Bingjian Zhang dari Universitas Zhejiang menyelidiki komposisi kimia dari mortar zaman Ming tersebut. Ternyata nasi ketan mengandung suatu jenis karbohidrat kompleks yang disebut amilopektin.

Ketika bercampur dengan campuran mortar lainnya, amilopektin akan mengontrol pertumbuhan kristal kalsium karbonat. Sehingga campurannya menjadi lebbih rapat. Campuran ini juga memiliki penyusutan yang lebih kecil dan tahan air yang memiliki kemampuan untuk mempertahankan struktur bangunannya.

Baca Juga : Son Heung Min Jalani Wajib Militer Di Korsel

Dengan seiring berjalannya waktu, reaksi kimia dari mortar jenis ini akan membuatnya semakin kuat. Mortar yang menggunakan beras ketan sebagai perekat juga memiliki stabilitas dan kompatibilitas fisik yang lebih bagus secara keseluruhan.

Dari segi inilah yang membuat Zhang semakin percaya untuk menghidupkan kembali resep mortar yang menggunakan nasi ketan sebagai bahan perekat. Hal ini bertujuan untuk pemulihan dan melestariakn bangunan bersejarah. Resep ini juga dipercaya bisa dijadikan sebagai alternatif yang layak dan lebih otentik.

Jembatan Shoucang di China Timur yang telah berusia 800 tahun menjadi salah satu buktinya. Dengan menggunakan nasi ketan sebagai bahan perekat diantara batu bata, jembatan tersebut berhasil dipulihkan kembali.

Togel 4D
Situs Judi Slot Online Terpercaya
Poker Bonus Deposit Terbesar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: